Dinegara kita tercinta ini, selain vinca dan tapak dara, juga memiliki beberapa nama lain. Di Sulawesi disebut sindapor, di Sunda disebut bunga tembaga dan di Jawa disebut dengan bunga tapak dara.Sedangkan di luar negeri, contohnya di Filipina disebut denga tsitsirika, di vietnam disebut dengan hoa hai dang, di Cina disebut dengan chang chun hua.
UniversitasDiponegoro (Diponegoro University)|Institutional Repository
Tapakdara 'tradisional' bunganya pink dan putih. Sosoknya tinggi dengan bunga berbentuk bintang. Sekali berbunga, tak pernah berhenti berbunga. Semarak dan banyak. Vinca tahunan dibagi dua, yaitu vinca mayor (bunga besar) dan vinca minor (bunga kecil).
KARAKTERMORFOLOGI DAN FISIOLOGI TAPAK DARA (Vinca rosea L.) PADA BEBERAPA CEKAMAN AIR SUKARMAN, 1. kimia lainnya (LUCYAMA, et.al., 1996). Oleh karena itu, untuk mengantisipasi permintaan
BenihBunga: Mengenal bunga tapak dara atau kemunting cina dan manfaat nya yang luar biasa. 6 Tanaman Hias yang Mudah Dirawat oleh Pemula Sekalipun Bibit Online. Jual Tanaman Hias Bunga Tapak Dara di lapak ROSFlorist rosflorist Bukalapak. 301 Moved Permanently. Tapak Dara - Ciri-Ciri Tanaman, Serta Khasiat dan Manfaatnya Situs Tanaman Obat
. Bunga vinca dikenal juga dengan sebutan Periwinkle ini ada di hampir seluruh daerah tropis yang ada di dunia, seperti india, Indonesia, China, Australia dan benua Amerika, tepatnya Amerika Selatan dan Amerika Utara. Di Indonesia sendiri, bunga ini dikenal dengan nama bunga Tapak Dara atau Vinca. Sebagai tanaman hias, bunga ini memang banyak dijumpai di halaman-halaman rumah. Sebenarnya, bunga ini termasuk jenis tumbuhan semak pendek yang merupakan tumbuhan hijau sangat mudah tumbuh dan tidak menggugurkan semua daunnya, serta dapat tumbuh di berbagai musim secara terus menerus dan berbunga sepanjang tahun. Tak heran, jika tumbuhan ini juga dikenal sebagai tumbuhan hijau abadi atau evergreen. Bunga ini tidak hanya menjadi bunga penghias halaman, ada banyak khasiat dan manfaat yang bisa diperoleh dari bunga cantik ini. Selain itu, ciri unik dari bunga ini membuatnya memiliki beragam jenis dan makna filosofis yang tak terduga. Ciri Tanaman Bunga Vinca Perpaduan warna yang unik memang menjadi ciri khas utama dari bunga ini. Dengan 5 kelopak bunga yang memiliki lubang pada bagian tengahnya, dengan panjang antara 1 – 2,8 cm menjadikan bunga ini memang terlihat berbeda. Tinggi tanaman ini memang kurang dari 50 sampai 90 cm, namun ia dapat tumbuh di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi yang ketinggiannya mencapai 800 meter dpl. Ciri lain dari tanaman bunga ini adalah cabangnya yang dapat tumbuh ke samping dengan tinggi antara 0,2 meter hingga 1 meter. Selain dapat tumbuh di berbagai daerah dan cuaca, tumbuhan ini juga dapat tumbuh di tekstur tanah yang berbatu. Warna daun bunga ini hijau dengan urat-urat daun yang pucat. Pada bagian batangnya terkadang terdapat rambut halus. Sedangkan buahnya adalah buah kering yang memiliki panjang 2 sampai 4,7 cm dengan banyak biji hitam yang kecil-kecil. Klasifikasi Bunga Vinca Berdasarkan klasifikasinya, bunga tapak dara ini berasal dari Kingdom Plantae, dari divisi Tracheophyta dan dari ordo Gentianales. Famili tanaman ini adalah Apocynaceae, dengan genus Catharanthus G. Don dan dari kelas Magnoliopsida yang berspesies Catharanthus roseus Baca juga 5 Keunikan Bunga yang Jarang Diketahui Manfaat Bunga Vinca Banyaknya kandungan kimia dalam tanaman bunga ini membuat tanaman ini sering juga dipakai dan dimanfaatkan, bunga dan daunnya untuk pengobatan. Seperti kandungan senyawa alkaloid yang terdapat pada daunnya, ternyata ampuh untuk melawan sel-sel kanker. Selain senyawa alkaloid, ada juga senyawa vindoline dan leurosine yang bermanfaat untuk penyakit diabetes yaitu sebagai pengganti insulin. Selain itu, ekstra daunnya juga telah diteliti ternyata mampu menurunkan tekanan darah tinggi dan mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh serta sebagai anti-mikroba yang mampu mengobati luka. Makna Filosofis Bunga Vinca Bunga Vinca yang berasal dari kata latin vincire, sebenarnya memiliki arti membelenggu atau mengikat. Secara simbol bunga ini dilambangkan sebagai bentuk kesucian, kebajikan dan nostalgia. Hal ini karena pada abad pertengahan bunga inilah yang diikatkan ke perawan Maria. Jenis Bunga Vinca Ada 4 jenis bunga yang bisa dibudidayakan dalam berbagai media tanam dengan warna yang berbeda-beda. Vinca Minor yaitu bunga dengan warna daun agak pekat, namun tumbuh kerdil. Vinca Major adalah tanaman dengan bentuk kebalikan dari vinca minor. Bentuknya tanamannya yang tinggi hingga mencapai 25 cm dengan warna bunga ungu bergradasi putih pada bagian tengah. Vinca Difformis adalah tanaman dengan bentuk yang sedang dan memiliki bunga berwarna putih dengan gradasi biru. Vinca Herbacea adalah tanaman yang mampu menyebar di seluruh permukaan tanah dengan warna daun hijau mengkilap. Gimana, kamu tertarik untuk memiliki bunga vinca di rumah? Baca juga 5 Manfaat Tanaman Hias yang Perlu Diketahui
Tapak Dara Madagascar Periwinkle Vinca rosea Vinca rosea, Catharantus roseus Identifikasi tanaman Tanaman Tapak dara merupakan tanaman hias bunga yang berbunga indah Berikut klasifikasi taksonomi dari Catharanthus roseus alias Vinca Rosea Ordo Gentiales Family Apocynaceae Genus Catharanthus Spesies Catharanthus roseus Nama Populer Tapak Dara Madagascar Periwinkle Nama Latin Vinca rosea, Catharantus roseus Family Apocynaceae Origin - Daerah Asal Indonesia, Madagascar, daerah asia tropis lainnya Tata letak Landscape Halaman Depan , pengisi taman, Indoor Plant, tanaman pot Tipe Tanaman Hias Tanaman Berbunga Indah Propagasi perbanyakan Biji Media Tanah Campuran Tanah kebun , Kompos, dan Pupuk Kandang Perlakuan khusus Pemupukan dan Pemangkasan Tanaman hias Tapak Dara Madagascar Periwinkle atau Vinca rosea merupakan tanaman semak yang tumbuh hingga ketinggian 60 cm dan diameter hingga 1 meter. Tapak Dara Vinca Rosea Bunganya tumbuh di ujung batang dengan warna putih, pink dan kemerahan. Bentuk bunga pipih dengan 5 helai mahkota bunga. Bunga varietas terbaru beraneka ragam mulai dari warna putih seperti yang disebutkan di atas hingga merah muda dengan pusat merah lebih gelap, dengan tabung berwarna merah muda. saya pernah melihat Vinca rosea yang berwarna putih dengan pusat berwarna hijau muda dan terlihat cantik. Selain itu juga warna putih dengan pusat berwarna kuning terang dan memang cantik juga Vinca warna merah tua dengan pusat berwarna putih. warna warna baru lainnya adalah Lembayung, Persik, merah tua dan oranye. Kultivar terkenal seperti Albus berbunga putih, Grape Cooler berbunga merah tua dan pink yang toleran, Grup Ocellatus alias berbagai warna dan peppermint cooler dengan warna putih dengan warna pusat merah. Daunnya ovate dengan warna hijau terang dengan tulang daun utama melengkung yang menonjol dan jelas. Buah berwarna hitam dan berkulit keras. Kulit buah beralur dengan ujung lancip dan terlihat bekas tangkai buah. Jika dipecah, didalamnya terdapat tepung putih. Tepung inilah yang sering kontributor pakai untuk mainan rias riasan. Sinonim dari Catharanthus roseus adalah Lochnera rosea. Habitat Tumbuh Tanaman Vinca berasal dari Madagasar dan sudah sejak lama dikembangkan alias dinaturalisasikan di berbagai negara hingga Amerika, Australia, Asia termasuk Indonesia dan India serta Banglasdesh. Tanaman ini termasuk toleran dengan tanah tidak subur, artinya dengan tanah seperti di Indonesia, maka tanaman tapak dara akan tumbuh dengan baik. Di habitat aslinya, tanaman ini mampu tumbuh di tebing berbatu. Foto Tapak dara saya ambil di pedalaman Kalimantan tepatnya di Kembang Janggut dengan media tanam Pasir dicampur dengan cocopeat, dan hasil pertumbuhannya sangat baik, memang ada campuran pupuk Simplot yang kandungan NPK nya sekitar 12 26 11. Warna bunga cerah dan tumbuh menggantung seperti tanaman pot gantung dengan bunga yang tidak pernah berhenti. Selain itu saya temui di Bekasi, tepatnya di Perumahan Kemang Pratama dengan tipe tanah andosol dengan campuran kompos dan pertumbuhannya sangat bagus. Tapak Dara Vinca Rosea Manfaat Tanaman Manfaat Tanaman Tapak Dara Catharanthus roseus selain sebagai tanaman hias berbunga indah juga berkhasiat sebagai obat alias herbal. Daun tapak dara berkhasiat sebagai tanaman obat diabetes dan kanker. Dalam pengobatan tradisional India Ayurveda, ekstrak akar dan pucuk Tapak Dara yang beracun mampu mengobati beberapa penyakit seperti Kanker. Dalam pengobatan Tradisional China, ekstrak tanaman Tapak Dara dimanfaatkan untuk mengobati diabetes, Malaria dan Limfoma. Kandungan alkaloid dalam Tapak Dara seperti Vinblastin dan Vincristine digunakan dalam pengobatan Leukimia. Bunga Tapak Dara jika tidak di ekstrak sangat berbahaya untuk manusia karena kandungan racunnya. Vinblastin dan Vinkristin digunakan sebagai obat Kemoterapi terutama untuk kanker paru. Tip dan TrikTanaman Tapak Dara cocok ditanam di Pot dan di tanah. Sebaiknya menggunakan media tanah kebun dicampur kompos untuk mendapatkan pertumbuhan batang yang kokoh dan rajin berbunga. Benih dan bibit bunga Tapak dara banyak dijual bebas, Produsen Benih Cap Panah Merah menjual benih dalam bentuk kemasan yang siap disemai dengan berbagai Varietas ada yang Rosea Solar Fresh Red, Rosea Solar Apricot, Rosea Pacifik, Rosea Dwarf dengan harga per kemasan dengan isi sekitar 10 gram atau sekitar 10 benih senilai sekitar - harga tahun 2020. Kalau dalam bentuk bibit polibag biasanya di tukang penjual bunga dengan harga Rp. an per polibag. Tanaman Bunga Tapak Dara merupakan tanaman tahunan alias perennial sehingga mampu bertahan lama yang penting adalah perawatan dengan memperhatikan pemupukan dan pemangkasan cabang cabang yang mati atau terlalu padat. Informasi Hasil Penelitian Karena permintaan Tapak Dara sebagai bahan obat yang tinggi maka berbagai upaya dilakukan untuk memperoleh produksi tanaman di berbagai kondisi. Hasil penelitian terhadap Tapak Dara menunjukkan bahwa ada pengaruh Morfologi tanaman terhadap pengujian cekaman air, khususnya pada jumlah cabang primer, jumlah daun pertanaman, serta luas daun tanaman dan tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman. Tapak Dara bunga merah mempunyai jumlah cabang primer, jumlah daun dan luas daun per tanaman yang lebih banyak dibandingkan dengan tapak dara bunga putih. Pada kondisi cekaman air terutama di saat musim kemarau, pertumbuhan varietas tapakl dara bunga merah lebih baik dibandingkan varitas tapak dara bunga putih. Interaksi varietas tidak berpengaruh nyata terhadap karakter fisiologis seperti persentase stomata terbuka dan kandungan prolin bebas.
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Tapak Dara – Tanaman Tapak dara merupakan tanaman perdu tahunan yang berasal dari negara Madagaskar. Tanaman ini telah menyebar banyak ke berbagai daerah tropika yang lainnya. Di Indonesia untuk tumbuhan hias yang ada dipekarangan ini dikenal dengan berbagai macam nama. Seperti halnya di Sulawesi di disebut sindapor. Di tanah Sunda di sebut kembang tembaga dan di tanah Jawa disebut kembang tapak dårå. Di Malaysia dikenal pula dengan sebutan kemunting cina, pokok kembang sari cina, pokok ros pantai dan yang lainnya. Di negara Filipina tanaman ini dikenal sebagai tsitsirika, di negara Vietnam dikenal sebagai hoa hai dang. Sedangkan di Cina dikenal nama chang chun hua. Pengertian Tanaman Tapak Dara 1. Nama Latin Nama latin dari tanaman ini yaitu Catharanthus roseus L. G. Don. 2. Nama Daerah Provinsi Sumatra dikenal dengan sebutan rutu-rutu, rumput jalang dan kemuting china Provinsi Jawa dikenal dengan sebutan kembang sari china, kembang tembaga, kembang serdadu, kembang tembaga, tapak dor dan yang lainnya. Provinsi Nusa Tenggara Bali dikenal dengan sebutan tapak lima. Provinsi Sulawesi dikenal dengan sebutan sindapor Provinsi Maluku dikenal dengan sebutan usia. Kingdom Plantae Subkingdom Tracheobionta Super Divisi Spermatophyta Divisi Magnoliophyta Kelas Magnoliopsida Sub Kelas Asteridae Ordo Gentianales Famili Apocynaceae Genus Catharanthus Spesies Catharanthus roseus L. G. Don Morfologi Tanaman Tapak Dara 1. Tinggi dan Bentuk Tinggi dari tanaman bisa mencapai sekitar 0,2-1 meter. Tanaman ini mempunyai batang yang berbentuk bulat dengan ukuran diameter yang berukuran kecil, berkayu, mempunyai ruas, mempunyai cabang serta berambut. 2. Daun Daun dari tanaman ini berbentuk bulat telur, memiliki warna hijau, daunnya tersusun menyirip berselingan dan diklasifikasikan sebagai daun tunggal. Panjang dari daun tanaman tersebut sekitar 2-6 cm, mempunyai lebar sekitar 1-3 cm, dan mempunyai tangkai daun yang sangat pendek. 3. Bunga Bunga dari tanaman ini aksial atau bunga muncul dari ketiak daun. Untuk kelopak bunga terlihat kecil, dan berbentuk paku. Mahkota bunga tanaman tapak dara ini berbentuk seperti terompet dengan mempunyai permukaan yang berbulu halus. Ujung dari mahkota ini melebar, mempunyai warna putih, biru, dan merah jambu tapi bisa juga berwarna ungu tergantung dari kultivarnya. 4. Buah Buah tanaman ini berbentuk seperti silinder, ujung yang lancip, mempunyai rambut. Panjang buah ini sekitar 1,5 – 2,5 cm, dan mempunyai banyak biji. 5. Habitus Tanaman ini merupakan tumbuhan perdu yang mempunyai ketinggian sekitar 1 meter 6. Akar Tanaman ini mempunyai sisterm perakaran yang serabut atau radix adventicia dan mempunyai warna kecoklatan. 7. Batang Tanaman ini mempunyai batang yang berbentuk bulat atau teres bagian pangkalnya berkayu. Permukaan batang dari tanaman rata atau laevis, arah tumbuh batang dari tanaman ini condong atau ascendens, pola percabangan dari tanaman ini simpodial. 8. Daun Tanaman ini mempunyai daun tunggal yang terdiri atas tangkai daun atau petiolus dan helaian daun atau lamina. Panjang daun dari tanaman ini sekitar 2-6 cm dan mempunyai lebar sekitar 1-3 cm. Bangun dari daunnya seperti jorong atau ovalis, ujung daun tanaman ini berbentuk runcing atau acutus. Sedangkan untuk pangkal daunnya meruncing atau acuminatus, dan tepi daunnya rata atau integer. Tulang daun terlihat seperti menyirp atau penninervis, sedangkan untuk duduk daun berhadapan atau folia decusata. Permukaan daun tanaman tapak dara ini mengkilap dan juga berambut. 9. Bunga Tanaman ini termasuk bunga majemuk bisexuali. Terdapat beberapa perhiasan bunga yang berupa corolla 5 petal lepas, mempunyai warna merah muda atau putih. Untuk calyx terdiri atas 5 sepal lepas, dengan terlihat simetris bunga yang actinomorph. Kandungan Bunga Tanaman Tapak Dara Kandungan kimia pada bunga tanaman Tapak Dara ini terdiri di akar, batang, dan daun serta biji. Pada bagian tersebut ditemukan lebih dari 70 macam senyawa alkaloid, termasuk juga 28 bi-indole alkaloid. Terdapat pula komponen anti kanker, yaitu berupa alkaloid seperti halnya vinblastine VLB, vincristine VCR dan leurosine VLR. Ada juga vincadioline, leurosidine serta catharanthine. Terdapat pula senyawa Alkaloid yang sangat berefek hypoglycemic atau menurunkan kadar gula dalam darah. Senyawa tersebut antara lain leurosine, catharanthine, dan lochnerine. Serta ada pula tetrahydroalstonine, vindoline, dan vindolinine. Menanam tanaman tapak dara ini bisa dibilang sangat mudah. Apalagi tanaman ini bisa tumbuh di mana saja, baik itu di tempat yang cukup lembab maupun tempat gersang sekalipun. Meskipun demikian tapak dara ini tetap mempunyai pesona yang terlihat sangat indah. Tanaman ini diketahui juga bisa digunakan sebagai obat anti kanker dan obat untuk hipertensi. Manfaat Tanaman Tapak Dara Tanaman ini dikenal banyak sekali memberikan manfaat untuk kesehatan, diantaranya yaitu Kencing manis Oliguria Batu ginjal Pendarahan akibat dari penurunan trombocyt Hipertensi Berbagai macam kanker Hepatitis Dan masih banyak lagi yang lainnya Baca Juga Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jahe Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Tomat Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kelapa Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Gandum Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kencur Cara Budidaya Ikan Sepat Siam Mudah Dan Menguntungkan Cara Menanam Bawang Bombay Di Halaman Rumah Sukses Untuk Pemula Pengertian Patogen Akar Pengertian Inbreeding dan Jenisnya Pada Tanaman 7 Jenis dan Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Sawo
ArticlePDF AvailableAbstractp> Morphological and physiological characteristics of Vinca at di fferent water stress levels Vinca Vinca rosea L. is one of the important medicinal crops as the sources of raw materials for traditional medicines. Its alkaloid is believed can reduce the risk of cancer, blood tension and diabetes diseases. Recently, vinca is only grown as ornamental plant in the garden, therefore, its cultivation methods is limited, especially its water stress tolerance, lite purpose of this experiment was to study the effect of water stess on the morphological and physiological characteristics of vinca. A pot experiment was conducted in the plastics house of the Research Institute for Spice and Medicinal Crops from November 1997 to March 1998. Factorial experiment consisted two factors and three replications was arranged in a randomized block design. Ihe irst factor consisted of two vinca varieties, those wee white flowers WFV and red flowers of vinca RFV. While 4 different levels of water stress I 100% ield capacity FC, 2 80% FC, 3 60% FC, and 4 40% FC were used as the second factor. Parameters used for evaluating the effect of teatment consisted of morphological characteristics such as I plant height, 2 number of primary branches, 3 number of leaves, 4 leaf area 5 dry weight of stem, 6 dry weight of leaf, 7 dry weight of flowers and 8 dry weight of roots, and physiological characteristics observed including I percentages of opened stomata and 2 free proline content of leaf. Results showed that interaction between varieties and water stress did not significantly affect the morphological nor physiological characteristics. Varieties significantly affected the morphological characteristics except plant height, however they did not signiicantly affect physiological characteristics. Water stress significantly affected the morphological except dry weight of roots and free proline contents. Under 80% FC, vinca produced the highest growth and dry weight of plant however, the plant growth and dry weight wee inhibited under 60 and 40% FC. Under 40% FC, percentages of opened stomata deceased signiicantly. Moeover, proline content in the leaves signiicantly increased by water stess treatments. Cucumber mosaic virus CMV symptoms are found in Catharanthus roseus, patchouly Pogostemon cablin, cubeb Piper chaba, Jasminum sambac and Java-tea Orthosiphon aristatus; however, their genetic characterization has not been studied. The study aimed to molecularly characterize the CMV isolates from Catharanthus roseus, patchouly, cubeb, Jasminum sambac and Java-tea. Disease plant samples showing mosaic and yellow mosaic symptom s were collected from Petak Pamer Garden, ISMCRI, Bogor. Molecular characterization was carried out by reverse transcription - polymerase chain reaction RT-PCR assay using a specific primer of CMV coat protein gene and DNA sequenced. Sequence analysis was performed using the BLAST, Bioedit, Genedoc, Mega 5 programs. The RT-PCR technique succeeded in amplifying a DNA band measuring 650 bp, according to the prediction of the primary design. BLAST analyses revealed that all of these CMV isolates belonged to subgroup IB. Nucleotide sequence homology of CMV from C. roseus, patchouly, P. chaba, and J. sambac, were more than Based on the phylogenetic tree, these four isolates were closely related to CMV isolate from Japan AB070622. Homology of the nucleotide sequence of CMV from Java-tea with the other four isolates w as below This isolate clustered with CMV isolate from Indonesia AB042294 and was separated with another four isolates according to the phylogeny tree. In the amino acid sequence alignment, Java-tea isolates had five different amino acids compared to the other four isolates. This result indicates the poss i bility of CMV transmission between patchouly , Java-tea, C. roseus and J. sambac, so it must be anticipated to prevent its spread. perbedaan vinca dan tapak dara