PanasLaten adalah Jumlah panas atau jumlah kalori yang diperlukan untuk mengubah fase 1 gr bahan, baik dari padat ke cair atau dari cair ke gas atau sebaliknya tanpa merubah suhunya. Misalnya, panas untuk merubah air pada suhu 32 F menjadi es pada suhu 32 F, maka disebut panas laten pembekuan. Seadangkan panas yang dibutuhkan untuk merubah air Kemudiannilai bobot dimasukkan ke pengolahan data dengan metode TOPSIS untuk menghitung nilai dan memeringkatkan lima penyedia jasa. Hasil perhitungan bobot kriteria menunjukkan bahwa: kriteria Health Safety Environment yang paling penting dengan bobot 25.7%, kemudian kriteria Operations dengan bobot 20.4%, dan disusul dengan Equipment Rumusempiris merupakan rumus perbandingan jumlah mol unsur-unsur yang menyusun suatu senyawa. Menentukan rumus empiris berarti menghitung jumlah mol unsure-unsur kemudian membandingkannya. Dalam penentuan tersebut diperlukan sejumlah data, yaitu : massa unsur, perbandingan massa unsure atau persentase, dan massa atom relative (Ar) menggunakanmetode pembelajaran backpropogation, dimana hanya menentukan halitosis atau tidak halitosis[3]. Maka dari itu penulis akan membuat sebuah sistem otomatis untuk mengukur kadar dari taraf Volatile Sulfure Compounds (VSCs) tersebut dengan menggunakan sensor gas untuk menentukan tingkatan darihalitosis. ALATUJIGEOTEKNIKCOM – Piezometer yaitu peralatan yang diaplikasikan untuk mengerjakan penilaian desakan cairan statis didalam sebuah metode dengan menilai tinggi dari eskalasi cairan melawan grafitasi, atau perangkat yang menilai tekanan (Kepala Pisometrik) air tanah pada tempat tertentu, piezometer A diciptakan untuk menilai tekanan statis, karenanya berbeda dari Alatini digunakan untuk mengukur kandungan oksigen dalam suatu volume gas dalam tangki. 6).Deck Water Seal Alat untuk mencegah jangan sampai terjadi aliran balik (backflow) dari gas hidrocarbon dari tangki muatan ke daerah kamar mesin atau daerah-daerah yang seharusnya bebas gas dimana alat inert gas terpasang. 7). Deck Isolating Valve . Densimeter Alat Pengukur Kerapatan Zat Pengertian DensimeterDensimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur densiti kerapatan zat cair secara langsung. Angka-angka yang tertera pada tangkai berskala secara langsung menyatakan massa jenis zat cair yang permukaannya tepat pada angka yang bobot jenis dengan densimeter didasarkan pada pembacaan seberapa dalamnya tabung gelas tercelup dan skala dibaca tepat pada miniskus yang Mempengaruhi DensimeterDensiti dipengaruhi oleh suhu, dimana semakin naik suhu maka molekul-molekul zat akan bergerak, mengembang dan akan menguap, sehingga densiti akan berkurang. Namun apabila suhu turun, jarak antar molekulnya semakin rapat, sehingga zat akan mengkerut yang menyebabkan densiti akan bertambah atau semakin dipengaruhi oleh suhu maka diperlukan suatu faktor koreksi untuk pengukuran suhu selain 20o C. Faktor koreksi ini dihitung dengan rumus sebagai berikut F = t ukur – 20o C x KKeterangan F = faktor koreksit ukur = suhu pada saat pengukuran to CK = bilangan koreksi pada literaturSecara normal, bila suatu zat dipanaskan atau didinginkan volumenya akan mengembang atau mengkerut. Artinya massa dari zat tersebut ditempatkan pada volume yang lebih besar atau lebih kecil, maka berat jenis akan berubah dengan berubahnya temperatur. Misalnya pada 25o C sedikit di atas suhu kamar, berat jenis air adalah 0,9970 g/ml, sedangkan pada suhu 35o C berat jenisnya adalah 0,9956 g/ dilihat bahwa perubahannya tidak begitu besar dengan berubahnya suhu, namun sangat berguna untuk diingat sedikit kesalahan. Kita dapat menganggap berat jenis air adalah 1,00 g/ml pada segala macam suhu. Tetapi harus diingat bahwa kerja yang memerlukan ketelitian yang tinggi, suhu harus Alat DensimeterPada alat densimeter, angka-angka yang tertera pada tangkai berskala secara langsung menyatakan massa jenis zat cair yang permukaannya tepat pada angka yang tertera. Angka-angka itu dibuat secara empiris berdasarkan percobaan-percobaan yang teliti. Jarak antara angka 0,5 ke 0,6 tidak sama dengan jarak 0,6 ke 0,7. Semakin ke bawah angka-angka yang tertera semakin besar dan jaraknya semakin ukur densimeter biasanya dibagi-bagi misalnya Antara 0,5 g/ml sampai dengan 1,0 g/ml,1,0 g/ml sampai dengan 2,0 g/ml, Cara Penggunaan dan Perawatan Alat DensimeterSecara umum, penggunaan alat densimeter dalam penentuan bobot jenis didasarkan pada pembacaan seberapa dalamnya tabung gelas yang tercelup dan skala dibaca tepat pada miniskus cairan. Panjang tabung yang tercelup dalam cairan menunjukkan bobot jenis cairan. Semakin rendah bobot jenisnya, semakin rendah pula bagian densimeter yang tercelup ke dalam cairan. Untuk itu alat densimeter harus bebas dan tegak lurus terapung dalam digunakan untuk menetapkan bobot jenis suatu zat atau sampel, maka densimeter harus dikalibrasi terlebih dahulu dengan cara mengukur bobot jenis air, karena air memiliki bobot jenis yang pasti yaitu 1 0,9999. Densimeter yang sesuai dimasukkan pada bejana yang berisi air kemudian skala dibaca tepat pada miniskus cekungan yang terjadi oleh airCara Pemakaian Alat DensimeterSetelah dikalibrasi, densimeter dimasukkan ke dalam sample. Pastikan densimeter tidak boleh menyentuh dasar dan dinding pada wadah sampel misalnya gelas ukur. Jika masih menyentuh dinding maka densimeter harus diputar sehingga posisinya tepat berada di tengah. Apabila densimeter tersebut ingin digunakan untuk mengukur bobot jenis sampel yang lain, maka densimeter tersebut harus dibilas dengan air dan dikeringkan dengan tissue halus. Untuk sampel dengan kerapatan tinggi contohnya gliserin, densimeter harus dicuci menggunakan air sabun.* Pengukuran bobot jenis dengan digunakan dengan densimeter dengan skala terkecil terlebih dahulu, apabila alat tersebut masih mengapung di atas cairan sampel, maka harus diganti dengan densimeter yang memiliki skala lebih besar dan begitu seterusnya. Namun, apabila ujung densimeter menyentuh dasar wadah harus diganti dengan densimeter yang memiliki skala lebih kecil hingga didapatkan densimeter yang sesuai untuk mengukur atau menetapkan bobot jenis Perawatan Alat DensimeterAlat densimeter cukup mudah dalam hal penyimpanan dan perawatannya. Setiap selesai menetapkan bobot jenis dari semua sampel, maka densimeter cukup dibersihkan dengan air atau menggunakan air sabun jika masih terdapat lemak. Setelah itu, keringkan dengan tissue halus dan disimpan dalam wadah yang berupa kardus kecil agar bebas dari debu. Simpan densimeter dalam lemari yang tidak lembabBaca Juga – TDS Meter Alat Pengukur Zat Terlarut Post Views 192Alat Deteksi Gas Atmosfer BerbahayaOleh Muhyidin, SKMJenis alat deteksi gas gas detectorSaat ini di dunia terdapat dua jenis alat deteksi gas, yaitu single gas detection dan multi gas Single Gas Detection, yaitu unit alat ukur yang hanya punya kemampuan pengukuran suatu jenis gas tertentu baik dipasang tetap atau dapat Multi Gas Detection, satu unit alat ukur Gas Detektor yang mempunyai kemampuan pengukuran beberapa jenis gas yang berbeda gas tertentu, baik dipasang tetap atau dapat gas atmosfir berbahaya sangat tergantung dari kemungkinan keberadaan gas tersebut. Setiap gas memiliki karakteristik tersendiri sehingga dibutuhkan metoda deteksi yang khusus. Secara umum metoda deteksi gas atmosfir berbahaya dapat dibagi menjadi 3 alat deteksi, yaituDeteksi gas dapat terbakar dan mudah terbakarDeteksi gas beracunDeteksi kekurangan oksigenPrinsip Kerja Alat Deteksi GasPrinsip kerja alat deteksi gas adalah mengukur gas melalui sensor. Pengukuran gas menggunakan sensor dibagi menjadi 3 jenis sensor, yaitu1. Sensor elektrokimiaSensor elektrokimia tranduser bekerja dengan prinsip sel galvanis baterai. Molekul oksigen yang terdapat dalam gas yang akan diukur melewati membran plastik ke dalam cairan elektrolit yang ada dalam sensor yang dipisahkan untuk mengukur elektroda kedua atom Oksigen. Pada saat yang sama, elektroda mengoksidasi atom oksigen menjadi timbal oksida. Reaksi ini akan menghasilkan arus listrik yang akan diukur sebagai bagian proporsional dari tekanan parsial dari kerja alat deteksi gas sensor elektrokimia2. Sensor butiran katalitik Catalytic bead sensorGas yang akan dimonitor akan melalui piringan logam ke sensor dimana gas atau uap yang mudah terbakar akan dibakar secara katalitik pada detektor elemen. Udara yang dibutuhkan untuk membakar diambil dari udara. Panas yang dihasilkan dari pembakaran akan memanaskan elemen detektor dimana reaksi panas ini akan merubah hambatan pada elemen detektor sebanding dengan tekanan parsial dari gas atau uap. Selain elemen detektor, sensor juga memiliki elemen kompensator. Kedua elemen adalah bagian dari “Wheatstone bridge” Konsentrasi gas diukur dari voltasi pada “Wheatstone bridge” dalam ukuruan % LEL atau % by kerja alat deteksi gas sensor butiran katalitik3. Sensor sinar infra-redSumber radiasi cahaya infrared ganda dan penerima ganda digunakan untuk kompensasi perubahan dalam penyelarasan, intensitas sumber cahaya dan efisiensi komponennya. Sinar yang dikeluarkan oleh sumber ganda dikeluarkan melalui pemilah cahaya beam splitter. Sebagian sinar akan dikenakan kepada contoh dan signal rujukan dikeluarkan dan direfleksikan kembali kepada detektor pengukuran. Adanya gas yang mudah terbakar akan mengurangi intensitas sinar untuk contoh, tidak untuk sinar rujukan, perbedaan dari dua signal ini akan secara proporsional menunjukkan konsentrasi gas yang kerja alat deteksi gas sensor infraredDeteksi keberadaan gas atmosfir berbahaya dapat juga dilakukan dengan sistim Colorimetri Tabung Detektor Detector Tube System. Prinsip dari tabung gas detektor adalah metoda analisa kering yang menerapkan reaksi kimia dan absorpsi fisika. Gas yang diserap kedalam tabung menghasilkan lapisan warna yang dihasilkan dari reaksi antara reagen dengan gas dalam tabung. Konsentrasi gas secara proposional akan menghasilkan lapisan warna yang dapat dibaca pada skala yang tertera ditabung.Baca juga Potensi Bahaya di Ruang TerbatasJenis deteksi gas1. Catalytic SensorPrinsip kerja gas yang akan diukur teroksidasi pada elemen katalis dan menimbulkan perubahan suhu yang sekaligus akan merubah nilai tahanan pada elemen katalis, perubahan tahan menunjukan kadar gas yang teroksidasiApplikasi Pengukuran gas dapat terbakar combustible gasesKeuntungan Usia alat panjangKelemahan Setiap gas yang berbeda memiliki respon berbeda pula, Dapat menimbulakan keracunan, Memerlukan kandungan oksigen minimal 10 % ketika pengukuran, Keterbatasan pengukuran persen kandungan gas2. Metal Oxide Semiconductor SensorPrinsip Kerja Gas yang diukur akan bereakasi dengan Metal Oxide Semiconductor SnO2 kemudian akan timbul perubahan tahanan listriknya, perubahan tahanan diukur dan dinyatakan sebagai kandungan Hampir semua jenis gas yang dapat dioksidasiKeuntungan Harga murahKelemahan Tidak selektip dalam pengukuran,Terpengaruh oleh humidity, Tidak mampu menganalisa, tapi hanya mampu menentukan ya atau Non Dispersive Infrared NDIRPrinsip Kerja Gas yang diukur akan menyerap sinar infrared pada gelombang tertentu, merujuk pada perhitungan prinsip Beers Law, sehingga konsentrasi gas dapat ditentukanApplikasi Untuk berbagai gas organikKeuntungan Sangat luas penggunaanyaKelemahan Mahal dan mudah rusak dan sulit untuk diperbaiki4. Photoionazation Detector PIDPrinsip Kerja Sinar ultra violet mengionisasi gas yang terukur dan membangkitkan arus listrik yang sebanding dengan konsentrasi gas yang terukurApplikasi Mengukur senyawa organik yang mudah menguap VOC’sKeuntungan Dapat mengukur berbagai senyawa organic yang mudah menguap, dan sangat effektip bila digabungkan dengan GC Gas ChromathographyKelemahan Tidak bisa menseleksi jenis gas senyawa organik, apabila dibawah daya ionisasi lampu, Dipengaruhi oleh humidity yang tinggi, Harga lampu UV mahal5. Electro Chemical SensorPrinsip Kerja Gas yang terukur diserap pada elektroda sensor elektrokatalitik , setelah gas terukur melalui penghamburan pada media dan bereaksi secara elektrokimia yang membangkitkan arus listrik yang sebanding dengan konsentrasi gas Mengukur berbagai gas Br2, Cl2, CO, CLO2, C2H4, HCO2, H2, H2S, SO2, O2, dllKeuntungan Murah, Hasil pengukuran yang linear, unit alat ukur bisa dibentuk kecilKelemahan Hasil data pengukuran sangat di pengaruhi oleh kecakapan teknisi dan dipengaruhi oleh suhu

alat untuk mengukur bobot gas